3:35 AM -
Cerpen
Tidak ada komentar
Cerpen
Tidak ada komentar
Cahaya Dari Bayang Cermin
"Walau bagaimanapun juga kamu sudah
cukup pantas untuk dikatakan teman terbaik. Kamu tidak pernah membalas
keburukan mereka dengan keburukan lagi, kamu tidak pernah membenci mereka
ketika mereka justru membencimu. Kamu sudah menjadi teman yang terbaik untuk
mereka. Ibu sangat bangga padamu. Bangga mempunyai seorang anak yang
berperangai baik."
"TAPI, BU, kenapa Elma tidak
dihargai? Kenapa mereka justru mencemooh Elma? KENAPA?" Elma semakin
terisak. Menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan. Air mata semakin deras
membasahi pipi, tidak bisa dibendung lagi. Suara tangisannya pun semakin
histeris, tidak bisa ditutup-tutupi lagi.




