Kesalahpahaman Tawadhu dalam Konteks Ilmu



Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Ya muslimin wal muslimat, tawadhu adalah sikap rendah hati. Yaitu mereka yang menghindari dari sifat sombong atau ria. Filosofi mengatakan bahwa seorang muslim yang baik tidak harus memamerkan kehebatan dirinya. Yang terpenting adalah bagaimana dirinya mampu berkontribusi untuk berdakwah di jalan Allah. Filosofi itu diambil dari perilaku akar pada sebuah pohon. Akar yang memiliki kontribusi hebat itu juga menyembunyikan dirinya di dalam tanah.

Keindahan Hati dari Sikap Rela Berkorban



Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Ya muslimin wal muslimat, hujan adalah rezeki dari Allah. Dengan hujan, Allah menghidupkan biji-bijian, menghijaukan yang gersang, dan menggeliatkan yang lelap. Tahukah kamu bahwa sebelum hujan itu turun ke bumi, mereka yang mempunyai andil menurunkan hujan mengalami penderitaan yang berat ?

Belajar Tidak Berputus Asa dari Penggali Sumur



Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Ya muslimin wal muslimat, kita sering kali menganggap bahwa pekerjaan seorang penggali sumur bukanlah pekerjaan yang bonafide. Kita sering memarginalkan seorang tukang gali sumur. Padahal, Allah telah menitipkan inspirasi hebat dari seorang tukang gali sumur. Apakah inspirasi itu ? Mari kita simak apa saja yang dikerjakan tukang gali sumur sehingga menginspirasi kita.

Hidup seperti Menyetir Mobil



Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Ya muslimin wal muslimat, hidup itu diumpamakan seperti kita menyetir sebuah mobil dengan kondisi kaca depan yang kotor. Tentu kita tidak dapat melihat jalannya bukan ? Bagaimana mungkin kita dapat menyetir sampai ke tujuan dengan selamat tanpa melihat jalan yang akan kita lalui ? Apa yang harus dilakukan ? Hanya sekedar memikirkan jalan yang akan dilalui atau membersihkan kacanya terlebih dahulu sebelum mulai menyetir ?