Belajar Tidak Berputus Asa dari Penggali Sumur



Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Ya muslimin wal muslimat, kita sering kali menganggap bahwa pekerjaan seorang penggali sumur bukanlah pekerjaan yang bonafide. Kita sering memarginalkan seorang tukang gali sumur. Padahal, Allah telah menitipkan inspirasi hebat dari seorang tukang gali sumur. Apakah inspirasi itu ? Mari kita simak apa saja yang dikerjakan tukang gali sumur sehingga menginspirasi kita.

Seperti yang kita ketahui bahwa yang dilakukan oleh seorang tukang gali sumur adalah menggali tanah untuk mendapatkan sumber air. Penggali sumur itu sudah yakin bahwa upayanya dalam menggali tanah akan mendapatkan air. Di benaknya sudah terpatri bahwa ia akan mendapatkan air. Oleh karena keyakinannya itu, maka penggali sumur menggali tanah, bukan memanjat pohon.

Dalam dunia pengembangan diri, apa yang dilakukan oleh penggali sumur disebut sebagai starting from the end. Yaitu memulai dari sesuatu yang akhir. Seseorang yang ingin menjadi dokter contohnya, maka untuk mencapai keinginannya itu ia kemudian harus melangkah untuk meraihnya. Masuk fakultas kedokteran misalnya. Seorang yang ingin menjadi ekonom hebat, dari sana ia memulai langkahnya yaitu masuk fakultas ekonomi. Rasanya sangat tidak relevan jika seseorang yang ingin menjadi dokter justru masuk fakultas teknik.

Inilah kekuatan starting from the end. Ketika kamu sudah bisa memastikan akan jadi apa kamu di masa depan, maka langkah pertama yang kamu ambil adalah tepat. Tapi jika kamu tidak bisa atau belum bisa memastikan akan jadi apa kamu di masa depan, maka langkah pertama yang seperti itu bisa jadi kurang tepat.

Mengapa banyak orang yang pemalas ? Atau, kita kadang menjadi malas dalam menghadapi hari ? Menurut Anthony Robins, tak satu pun manusia yang ingin jadi pemalas. Karena menjadi pemalas itu penderitaannya luar biasa. Ia jadi tidak tenang, selalu merasa cemas, badan tidak fit, dan sebagainya. Lalu mengapa masih ada aja yang hobi malas-malasan ? Kata Anthony Robins, malas disebabkan oleh ketidakaturan jadwal, atau ketidaktahuan akan apa yang akan dilakukan nanti. Artinya yaitu, ketidaktahuan kita akan apa yang akan dilakukan nanti, disebabkan oleh kita yang tidak bisa atau belum mampu menggambarkan akan seperti apa kita di masa depan. Oleh karena kita tidak mampu menggambarkan kita di masa depan itulah, maka langkah pertama kita sering salah dan jadinya hanya sekedar coba-coba. Keyakinan seorang tukang gali sumur dinamakan sebagai visi. Kita yang ingin sukses di masa depan, pastikan kita harus memiliki visi hidup yang jelas.

Sekarang kita melangkah kepada pekerjaan penggali sumur yang selanjutnya. Pernahkah kamu melihat penggali sumur itu berhenti menggali sumur ketika belum menemukan air ? Sedalam apapun sumur digali, kalau belum menemukan air, para penggali sumur terus saja menggali tanah walaupun sampai beberapa meter dalamnya galian itu. Dan apa yang akan terjadi jika penggali sumur itu berhenti di tengah jalan, atau menggali tanah hanya setengah ? Tentu penggali sumur itu tidak akan menemukan air. Ia hanya menghabiskan tenaganya saja hanya untuk menggali. Dan pada akhirnya, lubang galiannya itu bukannya menjadi anugerah, justru menjadi musibah.

Lubang galian itu bukannya menjadi sumber air, tapi justru hanya menjadi sumber malapetaka. Ya, Lubang galian itu hanya akan menjadi lubang jebakan. Entah itu menjadi lubang jebakan bagi penggali sumur, atau mungkin bagi orang lain.

Dari pekerjaan penggali sumur ini, kita bisa belajar bahwa putus asa itu bukan hanya sebagai sifat jelek, melainkan juga merusak. Penggali sumur yang putus asa dalam menemukan air, hanya akan menciptakan lubang jebakan.

Begitu pun dengan kita yang dilanda putus asa, bekerja setengah-setengah, berhenti berusaha sebelum mencapai hasil. Maka sebenarnya kita sedang membuat lubang jebakan untuk kita sendiri. Meskipun kita sendiri yang menggalinya, meski kita sadar, bukan hal yang tidak mungkin kita sendiri yang akan terperosok ke dalamnya. Orang lain yang mungkin terjebak lubang jebakan itu pun akan menuntut kita karena telah menciptakan lubang yang menyebabkan mereka terjebak. Bayangkan, sudah lelah menggali lubang, tapi hanya mendapatkan tuntutan.

Selanjutnya, mari kita lihat apa lagi yang dilakukan oleh penggali sumur. Setelah mereka berhasil mendapatkan air, yang mereka lakukan adalah memperbagus permukaan sumur, memberikan katrol, kalau perlu memberikan mesin jet pam. Agar air bisa lebih mudah untuk diambil. Mereka baru akan membuat lubang sumur baru, setelah mereka berhasil dan selesai melakukan penggalian, lalu mempercantik dan mempermudah orang lain mengambil airnya.

"Maka jika kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), maka tetaplah bekerja keras (untuk urusan lain)." (QS Al-Insyirah:7)

Itulah inspirasi hebat yang tunjukkan oleh seorang tukang gali sumur. Dari seorang yang profesinya banyak dipandang sebelah mata oleh kebanyakan orang. Yang mengajarkan kita bagaimana untuk membangun visi dan tidak berputus asa dalam meraihnya.

Wallahu a'lam bishawab
Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakaatuh

3 komentar:

banyak hikmah yang bisa diambil,, nice gann

thanks gan sekarang ane jadi ngerti arti semuanya

waah, bisa di ambil berkahnya, jangan putus asa,, sperti blogging ,, biarpun sedikit visitor tapi tetap update artikel asalkan artikel ori

Posting Komentar